Siapa yang masih ingat makna peribahasa “mulutmu harimaumu”? Iya, kurang lebih peribahasa ini mengingatkan bahwa setiap ucapan dan sikap yang tidak dipikirkan serta dijaga dengan baik dapat berbalik menjadi senjata makan tuan. Rasa-rasanya, deskripsi singkat ini sangat pas untuk membuka ulasan buku kali ini. Beberapa waktu lalu, aku akhirnya berhasil menamatkan novel berjudul Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Ada banyak hal yang ingin aku bagikan di sini, mulai dari bagaimana aku mengadopsi buku ini hingga jejak bacaku dengan penulis Eka Kurniawan. Aku membeli buku ini di sebuah pameran buku Gramedia dengan harga diskon yang seingatku tidak sampai Rp100 ribu ( harga normalnya sekitar Rp149 ribu untuk Pulau Jawa ). Dari sekian banyak buku lain yang terpajang, mataku tertuju pada buku ini. Alasan pertamanya tentu menyambung jejak bacaku dengan Eka Kurniawan. Ini adalah novel kedua Eka yang aku khatamkan setelah Cantik itu Luka . Jika ada beberapa kata yang mampu mendeskripsikan n...
Berbagi pandangan bukanlah hal yang salah. Sepakat maupun tidak sepakat merupakan pilihan masing-masing. Selamat berbagi dan jangan lupa bernafas !