Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resolusi Konflik

STUDI KASUS RESOLUSI KONFLIK: SENGKETA WILAYAH INDIA DAN PAKISTAN

  Pada studi kasus kali ini, konflik mengenai sengketa internasional antara India dan Pakistan di wilayah Jammu Kashmir akan dibahas melalui dua konsep yaitu model mediasi dan kekuatan mediator. Pada dasarnya sengketa perbatasan antara India dan Pakistan belum menemukan titik pencapaian dimana kedua negara dapat sepakat dalam suatu keputusan yang ditentukan. Meskipun demikian, proses mediasi antara kedua negara terus diupayakan, dengan tujuan mewujudkan sistem internasional yang beraturan dan sesuai dengan aturan kemanusiaan. Perlu diketahui pula bahwa latar belakang sengketa internasional Jammu Kashmir bermula dari sejarahnya dimana kekuasaan Inggris menjual wilayah Kashmir kepada penguasa Hindu yang kemudian penerus dari penguasa Hindu tersebut belum menentukan bahwa wilayah tersebut akan bergabung dengan India ataukah Pakistan hingga saat ini. Berdasar pada aspek identitas yang dimiliki oleh wilayah Kashmir, mayoritas penduduknya beragama Islam yang kemudian mendorong penduduk K...

CASE STUDY: IMPLEMENTATION OF THE POST-CONFLICT AGENDA FROM THE EVENTS OF THE SERBIA/KOSOVO WAR 1998-1999

CASE STUDY  On November 5, 2020, it was quoted from the website of the non-governmental organization "Amnesty International" that the Serbia/Kosovo war crimes and crimes against humanity in 1998-1999 were confirmed by the Office of the Special Prosecutor based in The Hague as the perpetrators of the incident. Among the confirmed perpetrators were Kosovo President Hashim Thaçi and three other Kosovo Liberation Army (KLA) commanders. Some of the treatments alleged by the perpetrator were involvement in arbitrary arrests, enforced disappearances, torture and ill-treatment of prisoners, and murder of opponents. Thus, the victims affected by war crimes and crimes against humanity can claim their rights. Perpetrators of crimes are also required to meet the needs expected of victims who are affected. It can be seen that the number of victims affected was around one hundred people who were killed from various identities, such as Serbs, Roma, and ethnic Kosovo Albanians, including the...