Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Pangeran Kecil itu Kita: Catatan Baca Novel Le Petit Prince

Aku sempat bingung mau memulai tulisan ini dari mana. Karena jujur, setelah membaca buku imut ini untuk pertama kalinya, aku masih belum sepenuhnya paham dengan jalan ceritanya. Aku perlu membacanya untuk kedua kali, bahkan harus bercakap-cakap dengan AI (Gemini) untuk menemukan pencerahan, dan baru setelah itu aku mulai paham. Novel karya Antoine De Saint-Exupery ini konon menjadi salah satu buku yang paling banyak dicetak ulang dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Alasan inilah yang paling mendasari mengapa aku membeli buku ini saat pameran buku di toko ‘Solusi Buku’, aku lupa nama pamerannya. Kalau boleh diingat, pamerannya tidak begitu besar dan buku yang mendapatkan potongan harga juga tidak banyak. Novel ini aku dapatkan di bawah harga pasaran Pulau Jawa sebesar Rp59 ribu , tapi yang kuingat potongan harganya juga tidak begitu besar. Jadilah membeli buku ini karena harganya yang paling terjangkau. Novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1943 ini kebetulan...

Mulutmu Harimaumu: Refleksi Kritis Novel Lelaki Harimau

Siapa yang masih ingat makna peribahasa “mulutmu harimaumu”? Iya, kurang lebih peribahasa ini mengingatkan bahwa setiap ucapan dan sikap yang tidak dipikirkan serta dijaga dengan baik dapat berbalik menjadi senjata makan tuan. Rasa-rasanya, deskripsi singkat ini sangat pas untuk membuka ulasan buku kali ini. Beberapa waktu lalu, aku akhirnya berhasil menamatkan novel berjudul Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Ada banyak hal yang ingin aku bagikan di sini, mulai dari bagaimana aku mengadopsi buku ini hingga jejak bacaku dengan penulis Eka Kurniawan. Aku membeli buku ini di sebuah pameran buku Gramedia dengan harga diskon yang seingatku tidak sampai Rp100 ribu ( harga normalnya sekitar Rp149 ribu untuk Pulau Jawa ). Dari sekian banyak buku lain yang terpajang, mataku tertuju pada buku ini. Alasan pertamanya tentu menyambung jejak bacaku dengan Eka Kurniawan. Ini adalah novel kedua Eka yang aku khatamkan setelah Cantik itu Luka . Jika ada beberapa kata yang mampu mendeskripsikan n...

Tapi ini Bukan Hanya tentang Binatang: Refleksi Otoritarianisme dari Animal Farm

Syukur Alhamdulillah kepada LPDP dan seluruh rakyat Indonesia, karena melalui-nyalah aku bisa membeli dan membaca buku Animal Farm ini. Lega rasanya akhirnya bisa mengkhatamkan buku yang sangat sering direkomendasikan banyak orang, buku yang bisa ditemukan di hampir setiap sudut toko maupun pameran buku dengan berbagai versi cetakannya. Seperti ulasan buku yang sudah-sudah, aku ingin menceritakan sedikit latar belakang bagaimana aku mendapatkan buku ini. Aku membelinya di pameran buku yang berlokasi di Gelanggang Inovasi Kreativitas (GIK) UGM dengan harga diskon menjadi Rp40.000 dari harga normal sebesar Rp56.000 . Buku ini tidak terlalu mahal dan tidak pula tebal jika dibandingkan dengan karya-karya George Orwell lainnya. Dari sekian banyak pilihan sampul, aku memilih versi bersampul hijau karena satu alasan sederhana, paling murah. Alasan yang cukup berisiko sebenarnya, karena aku sempat khawatir kualitas terjemahannya kurang nyaman dibaca. Namun, aku menaruh kepercayaan pada Pene...

Seandainya Setiap Orang Bermurah Hati pada Dunia: Refleksi Kehilangan dari Novel dan Film "If Cats Disappeared from the World"

Kolom ini kembali menyapa setelah sekian lama. Kali ini, aku tidak sekadar mengulas novel atau film saja, tetapi juga menyampaikan pandanganku dan relevansinya dengan dunia ini, terutama pengalaman pribadiku. Pertama-tama, aku ingin bercerita tentang bagaimana aku bisa mendapatkan novel ini. Aku membelinya saat ada pameran buku di gudang buku Mizan Yogyakarta. Aku lupa tepatnya membeli novel ini di harga berapa karena saat itu ada potongan harga, tetapi harga yang tertera untuk pulau Jawa adalah Rp 78 ribu . Sejujurnya, saat berada di pameran, ada beberapa booklist yang ingin aku adopsi, tetapi entah kenapa aku tertarik dengan novel sampul kucing di dalam keranjang sepeda ini. Kalau tidak salah, ada dua versi warna cover, merah muda (pink) dan hijau toska, dan aku memilih versi merah muda berkat saran dari pasanganku. Selain karena covernya yang lucu dan judul yang atraktif, aku juga menjadi semakin yakin untuk mengadopsi buku ini setelah membaca sinopsis di bagian belakang novel. Se...