Halo semua ~ Balik lagi di konten review pameran seni. Konten review kali ini bagiku spesial karena aku dan temanku berkunjung ke dua pameran seni yang berbeda dalam satu tempat. Oleh karena ada dua pameran seni yang berbeda, maka konten kali ini akan memiliki konsep pembahasan yang berbeda dari biasanya. Dengan konsep yang baru ini, aku akan mencoba mengulas secara bergiliran mulai dari seniman karya seni, venue atau tempat pameran seni dan instalasi karya seni yang kami kunjungi.
Lalu jika teman-teman perhatikan dari segi judul, pelaku pameran kali ini tidak ada bedanya dengan pameran seni yang lalu bertemakan “PICTURESQUE”. Jadi aku tidak akan membahas ulang secara detail tentang pelaku pameran seni. Tidak hanya pelaku seni, lokasi pameran juga masih sama di sebuah hotel bernama “The Win Hotel”. Silahkan baca di sini untuk mengenal lebih jauh tentang UYCC dan lokasi pameran seni (link bacaan). Dan berikut adalah ulasan dari kunjungan keduaku khusus di pameran seni edisi ini.
1. THE TICKET
Seperti pameran
seni yang lalu, tiket pameran kali ini juga bisa dibeli melalui situs yang
telah tertera di bio Instagram @uycc.artgallery. Ada beberapa kategori tiket
yang bisa dipilih sesuai preferensi. Pertama, kategori tiket bundling yakni
mencakup dua pameran sekaligus yang dibanderol seharga 70 ribu rupiah /orang.
Kedua, kategori khusus tiket pameran “MASQUERADE” seharga 60 ribu rupiah
/orang. Terakhir, kategori khusus tiket pameran “From 0 to 100” seharga 30 ribu
rupiah /orang dengan benefit post card dan avatar card.
Menurutku, tiket
online ini masih bisa dibeli sampai batas waktu pameran seni ditutup yakni tanggal
3 Desember 2023. Atau jika ingin lebih aman dan pasti bisa beli langsung di
tempat (on the spot) yang nantinya akan dilayani oleh staf administrasi
pameran. Tiket dan pameran seni buka setiap hari mulai dari jam
12.00 – 20.00 WIB.
Jika teman-teman ingin berkunjung lagi di kemudian hari cukup tunjukkan KTP, sebut tanggal kunjungan dan nama pengunjung. Staf administrasi akan mengecek apakah identitasnya sesuai dengan data yang telah tercatat.
Tips! Jika ingin
low-budget, maka aku sarankan untuk memilih tiket bundling. Tapi jika ingin
mendapatkan benefit, maka membeli tiket pameran secara terpisah adalah pilihan
utama. Namun berdasarkan pengalamanku yang membeli tiket bundling, aku dan
temanku tetap mendapatkan benefit avatar card.
Tips! Rencanakan secara matang sebelum berkunjung ke pameran seni. Pengalaman pertama, pameran seni sangat ramai yang mengakibatkan kami tidak leluasa menikmati instalasi karya seni. Lalu setelah melakukan penelusuran dengan mencari tau statistik pengunjung setiap hari melalui Google maps, di kunjungan kedua kami pameran seni tidak begitu ramai dan sangat menyenangkan.
2. THE THEME
Pameran pertama
berjudul “MASQUERADE: Psychological Art Exhibition”. Berdasarkan keterangan
resmi dari UYCC dan para seniman, pameran ini menarik para pengunjung untuk
mengungkap suara hati mereka yang selama ini terbungkam. Mulai dari kisah masa
lalu, sifat kerentanan manusia hingga inner child.
![]() |
| Narasi tema pameran MASQUERADE |
Berbeda dengan pameran seni yang pertama, pameran seni yang kedua dengan judul “From 0 to 100: Surabaya Annual Contemporary Art Exhibition” lebih tak terikat tema. Sebab pameran kedua ini menyuguhkan sejumlah karya seni kontemporer berupa lukisan yang memiliki harga terjangkau, yakni mulai dari 0 sampai 100 juta rupiah. Walaupun karya seni yang dipamerkan bertujuan untuk dijual, akan tetapi pameran seni yang kedua memiliki konsep yang sedikit berbeda dari konsep pameran seni pada umumnya. Pameran seni yang kedua mengusung konsep art game yang nantinya akan dijelaskan di bagian berikutnya, yaitu instalasi karya seni.
3. THE ARTIST
Selanjutnya adalah bagian the artist atau yang disebut sebagai seniman dari karya seni yang disuguhkan dalam pameran. Walaupun diselenggarakan oleh UYCC, seniman juga berperan penting dalam panggung pameran. Seniman dari kedua pameran tentu berbeda, misalnya pameran “MASQUERADE” yang karya seninya dibawakan oleh 247 Collective, D. Fadhil, E. Meta, F. Dimas, Gusmen, H. Icon, Oktaviyani, R. Aulie, R. Dewa, R. Misilu, S. Khadir, Tan Maidil dan Tico Tedja.
Lalu ada A. Warisqia, Andreas Bayu, Alodia, Bahaudin, Bambang Joe, Chrisna Banyu, Dapott, Danni Febriana, Desy Febrianti, Diana P.S, Galih Suseno, Iqi Qoror dan masih banyak lagi yang mengisi pameran seni “From 0 to 100”.
4. THE VENUE
Di awal
pembahasan telah disinggung bahwa lokasi pameran berada di satu tempat yakni
“The Win Hotel” tepatnya di Kota Surabaya. Meskipun kedua pameran berada di
lokasi yang sama, akan tetapi ruang instalasi karya seni berada di lantai yang
berbeda. Pameran “MASQUERADE” berada di lantai 2 sama halnya dengan pameran
yang lalu “PICTURESQUE”. Sementara pameran “From 0 to 100” berada di lantai 8.
Untuk mengakses lantai 2, pengunjung menggunakan tangga sama halnya dengan
pameran seni yang lalu. Lalu untuk mengakses lantai 8, pengunjung bisa
menggunakan lift dari lantai 1. Jadi setelah menyelesaikan pameran di lantai 2,
pengunjung harus turun ke lantai 1 terlebih dahulu untuk menggunakan lift jika
memiliki rencana untuk berkunjung ke pameran berikutnya.
Adapun bentuk venue secara detailnya tidak jauh beda dengan penjelasan venue di konten review pameran seni sebelumnya. Silahkan baca kembali di sini (link bacaan). Sedangkan di lantai 8, venue yang digunakan ialah ruangan semacam hall atau ruang pertemuan yang diberi pembatas.
5. THE INSTALLATION
Menurutku, instalasi pameran seni yang diadakan oleh UYCC tidak pernah gagal. Karena konsep yang digunakan sangat unik bahkan banyak di antara karya seninya yang membuat terhubung dengan perasaan pengunjung. Seperti pameran berjudul “MASQUERADE” kali ini. Setelah melalui meja administrasi, kami langsung diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan, lalu disambut dengan narasi tentang tema yang diangkat dalam pameran. Sama seperti instalasi karya seni sebelumnya, ruangan instalasi kali ini terbagi menjadi beberapa bagian atau disebut sebagai “act”. Setiap karya seni baik itu berupa lukisan maupun karya seni lainnya akan dikelompokkan dalam salah satu act. Karya seni yang memiliki act atau tema kecil yang sama akan berada di ruangan yang sama. Misalnya act tentang masa lalu, maka beberapa karya yang dipajang dalam suatu ruangan khusus kurang lebih akan mengandung makna tentang masa lalu.
![]() |
| Lukisan act masa lalu |
![]() |
| Narasi act masa lalu |
![]() |
| Karya seni 3 dimensi act 2 |


Menariknya, sejak memasuki ruangan instalasi, kami diiringi oleh alunan musik yang cukup keras dan membuat merinding di setiap ruangan. Terlebih jika teman-teman memutuskan untuk berkunjung sendirian.
Tips! Ajak teman atau anggota keluarga. Karena selain untuk menemani perjalanan, setidaknya teman atau anggota keluarga bisa menjadi orang yang bisa diandalkan untuk mengabadikan momen di pameran seni.
Selain alunan musik, poin penting yang membuat pameran ini layak untuk dikunjungi adalah melibatkan aktivitas. Salah satu contoh aktivitas adalah ruangan act inner child yang mengajak pengunjung untuk bermain di kolam berisi bola atau yang umum dikenal mandi bola.
Ada juga aktivitas yang mengajak para pengunjung untuk menggambarkan perasaan mereka di atas kertas putih. Pengunjung diperbolehkan secara bebas untuk mencoret-coret, menggambar, menulis dan lain-lain di atas lembaran putih.
Pada kunjungan kami yang pertama, aktivitas mandi bola banyak menarik pengunjung yang menyebabkan antri panjang. Jadi kami tidak sempat mencoba di kunjungan pertama. Untungnya di kunjungan kami yang kedua, kami bisa mengeksplor aktivitas mandi bola tersebut bahkan dalam waktu yang cukup lama.
Di pameran yang kedua dengan judul “From 0 to 100”, konsep pameran sedikit berbeda. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa pameran kedua mengusung konsep art game. Jadi setelah kami sampai di lantai 8 lalu melalukan administrasi, staf akan memberi semacam 2 kartu dan sebuah pensil setiap orang. Dua kartu tersebut ialah kartu petunjuk untuk menjalankan misi atau permainan dalam pameran dan kartu yang lain berupa kartu nomor. Staf pameran menjelaskan bahwa pengunjung seakan-akan menjadi kolektor lukisan dengan budget 100 juta. Pengunjung harus memilih 3 lukisan terbaik menurut preferensi masing-masing yang nantinya 3 lukisan tersebut akan ditukar dengan avatar card. Dan ternyata, isi dari avatar card adalah gambaran kasar tentang kepribadian masing-masing. Secara sederhana, art game ini dilakukan untuk mencari tau tipe kepribadian berdasarkan lukisan yang dipilih. Menarik bukan? Permainan ini juga tidak dibatasi oleh waktu.
Setelah diberi penjelasan dan peralatan permainan, pengunjung bisa langsung masuk ke dalam ruangan instalasi untuk memilih karya seni yang nantinya ditulis di kartu nomor. Jadi setiap lukisan yang dipajang memiliki nomor yang berbeda. Apabila pengunjung ingin lebih tau lebih dalam tentang makna lukisan, pengunjung bisa scan QR Code yang tertera di setiap lukisan. Hasil scan QR Code adalah penjelasan dari pelukis tentang makna yang ingin disampaikan dari suatu lukisan.
Berbeda dengan pameran pertama, pameran kedua ini lebih sepi dan lebih luas tempatnya. Baik di kunjungan pertama maupun kedua kami, pameran “From 0 to 100” ini tidak banyak pengunjung. Namun di kunjungan kedua, kami tidak lagi diberi peralatan untuk bermain art game. Jadi art game di pameran kedua hanya berlaku 1 kali kunjungan. Kami juga tidak mendapatkan post card lantaran membeli tiket bundling. Berikut beberapa cuplikan gambar.
Informasi terkini dari media sosial Instagram @uycc.artgallery, pameran seni bertajuk "MASQUERADE" telah membuka chapter II dengan koleksi karya seni yang baru atau berbeda dari edisi sebelumnya. So don't forget to grab the ticket! Because for me it’s worth to try! Sekian ulasan pameran seni kali ini dan semoga bermanfaat~






















Komentar
Posting Komentar