Langsung ke konten utama

REVIEW ART EXHIBITION “PICTURESQUE” BY UNICORN YOUNG COLLECTORS CLUB (UYCC)

 

Hai semuanya ~ kembali lagi di konten review yang mana sesuai dengan judul aku akan mengulas tentang pameran seni yang diadakan di Surabaya. Yapp, ini adalah pameran seni kedua yang aku kunjungi bersama temanku. Seperti konten review sebelumnya, terlebih dahulu aku akan sedikit menjelaskan tentang siapa dan apa tema besar yang diangkat dalam pameran seni kali ini.

Pameran seni kali ini diadakan oleh Unicorn Young Collectors Club (UYCC). Berdasarkan informasi yang aku temukan, UYCC ini kurang lebih merupakan suatu wadah untuk memfasilitasi para seniman dalam mempromosikan demi mendapatkan harga jual, sekaligus mempertunjukkannya sebagai suatu karya seni. UYCC sendiri merupakan kepanjangan dari Unicorn Creative, yakni sebuah jaringan atau komunitas kreatif untuk mendorong kegiatan, program dan aktivitas seni yang berkelanjutan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial Instagram yakni @uycc.artgallery.

Bergeser pada tema besar pameran seni kali ini yang mengusung judul “PICTURESQUE: Mixed Feeling Provoking Art Exhibition” atau secara eksplisit tentang makna lain dari cinta. Secara umum, banyak orang menafsirkan bahwa suatu hal yang berhubungan dengan cinta pasti bernilai indah. Padahal sejatinya tidak demikian di mana keberadaan cinta bisa berarti banyak hal, dan arti lain dari cinta tersebut diungkap dalam suatu karya seni di pameran seni kali ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa pameran seni kali ini melibatkan perasaan yang campur aduk dalam mengartikan kata “cinta”. Baiklah, tanpa berlama-lama mari kita ulas pameran seni kali ini~

1.      Pembelian E-tiket

Tidak jauh berbeda dari acara lainnya, tiket pameran seni kali ini bisa dibeli melalui situs yang telah disediakan di bio media sosial Instagram @uycc.artgallery. Harga tiket /orang tergantung jenis tiketnya mulai dari tiket early bird seharga 35.000 rupiah sampai tiket on the spot seharga 60.000 rupiah. Namun sayangnya, untuk jenis tiket early bird, presale 1 (Rp.45.000), dan presale 2 (Rp. 55.000) telah habis, sehingga jenis tiket masuk pameran seni yang berlaku sampai 6 Agustus 2023 mulai dari jam 12.00 – 20.00 WIB hanya jenis tiket on the spot.

Tips! Pantau terus website atau media sosial pelaku pameran seni, supaya tidak tertinggal informasi dan bila beruntung mendapatkan harga yang jauh lebih terjangkau.

Mengisi biodata seperti nama, alamat email, dan jumlah tiket di laman pembelian tiket. 1 kali pengisian bisa digunakan untuk membeli lebih dari 1 tiket, maksimal 5 tiket. Lalu melakukan pembayaran melalui beberapa aplikasi pembayaran yang telah disediakan, jangan lupa untuk menambah nominal untuk membayar biaya layanan. Ketika pembayaran telah sukses, maka akan muncul e-tiket yang nantinya akan ditunjukkan kepada staf pendaftaran sebelum memasuki venue pameran seni.

2.      Venue Art Exhibition

Tempat pameran seni kali ini dilangsungkan di Surabaya spesifiknya di salah satu hotel bernama “The Win Hotel”. Oleh karena pameran seni kali ini diadakan di hotel, maka tempat parkirnya cukup luas mencakup mobil dan sepeda motor. Letak hotel juga tidak terlalu jauh dari jalan raya, sehingga cukup mudah diakses. Apabila membawa barang bawaan yang cukup berat seperti helm dan sejenisnya, maka diharuskan untuk menitipkan barang bawaan ke petugas keamanan atau security hotel. Unfortunately, tidak ada tempat khusus untuk menitipkan barang, sehingga barang yang dititipkan kepada security hanya diletakkan di tempat sekitar pos penjagaan.

Setelah masuk hotel, staf di lantai 1 akan mengarahkan tempat tujuan yang berada di lantai 2. Kebetulan di hari yang sama, UYCC menggandeng temutamucafe di lantai 1 The Win Hotel untuk mengadakan beberapa acara workshop. Acara workshop ini juga berbayar. Jadi alangkah baiknya untuk bertanya terlebih dahulu kepada staf penjaga tentang acara dan tempat yang dituju. Jangan lupa untuk menyiapkan e-tiket yang telah dibeli.

Setelah naik ke lantai 2 melalui tangga, kita bisa langsung masuk untuk melakukan verifikasi dengan staf penjaga. Kita akan ditanya nama dan apakah sudah pernah mengunjugi pameran ini sebelumnya. Alasannya karena kita bisa masuk ke pameran seni ini berulang kali cukup dengan 1 kali pembelian. Nama kita akan didaftarkan dan akan dicek kembali apabila di kemudian hari kita ingin mengunjungi pameran ini. Setelah selesai melakukan verifikasi, kita akan mendapatkan struk pembayaran dan freebies berupa stiker per-tiket. Lalu staf akan mengarahkan kita untuk membaca peraturan sebelum masuk ke dalam ruang instalasi karya seni. Apabila ingin menitipkan barang, tempat ini menawarkan penitipan dengan loker yang telah disediakan. Sayangnya loker yang ada tidak cukup untuk menyimpan helm, oleh sebab itu barang-barang bawaan yang berukuran besar seperti helm harus dititipkan ke security hotel.

3.      Instalasi Karya Seni

Jujur, aku nggak sabar membahas bagian ini. Alasannya karena instalasi pameran seni kali ini sangat memuaskan dan memanjakan mata. Begitu kita masuk ke ruang instalasi yang luas ini, kita langsung disambut dengan tulisan “PICTURESQUE” dan narasi utama tentang pameran seni kali ini. Ruangan instalasi juga sangat menarik di mana karya seni yang disuguhkan terbagi menjadi beberapa chapter yang rutenya harus dilalui secara berurutan. Karya seni dipajang di dinding dengan beberapa jarak yang tidak seberapa jauh dan dekat, sehingga kita bisa menikmati setiap karya seni dengan khidmat. Setiap karya seni juga dilengkapi QR Code yang apabila di-scan akan muncul keterangan chapter dan informasi penjualan. Kebetulan saat aku berkunjung, pameran seni masih sangat sepi karena kami datang di waktu awal. Kami bisa menikmati dan mengabadikan setiap karya seni secara leluasa.


Tulisan pertama setelah memasuki instalasi karya seni

Contoh chapter misalnya Chapter II tentang “Turning Water into Toxic” yang mana karya seni yang dipamerkan secara khusus menggambarkan perasaan cinta yang pada kenyataannya tidak selalu indah bahkan bisa menyakiti diri. Jadi secara sederhana, karya seni dibedakan berdasarkan makna yang ingin ditafsirkan. Namun untuk mengetahui lebih spesifik tentang pesan yang ingin disampaikan dari suatu karya seni, kita harus bisa menginterpretasikannya secara mandiri. Sebab tidak ada keterangan lebih lanjut yang melengkapi setiap karya seni, hanya narasi utama di setiap chapter. Contohnya seperti ini:

Narasi Chapter II

Lukisan Chapter II

Tidak hanya menampilkan karya seni 2 dimensi berupa lukisan, pameran seni ini juga menawarkan karya seni kontemporer yang memanfaatkan lampu LED dan proyektor, sehingga bentuk karya seni terlihat lebih nyata. Ada juga ruangan gelap yang berisikan puluhan karya seni sejenis lampion bergambar yang menggantung dengan lampu berwarna kuning menambahkan nuansa estetika. Aku jamin, teman-teman yang mengunjungi tempat ini akan banyak mengabadikan momen khususnya di ruangan ini.

Tidak berhenti di situ, ada juga suatu ruangan yang difasilitasi layar touchscreen untuk memproyeksikan karakter kita masing-masing. Jadi, kita disuruh untuk menggambar suatu karakter dengan menghadirkan perasaan kita saat itu. Karakter tersebut nantinya akan dimunculkan di dinding beserta QR Code yang apabila kita scan akan memunculkan kata-kata atau pesan untuk kita sesuai dengan perasaan yang kita pilih. Lalu kita juga bisa menggunakan kacamata berlensa biru yang telah disediakan untuk melihat karakter yang kita ilustrasikan menjadi lebih nyata. Contohnya seperti ini:

Pilihan perasaan untuk menggambarkan karakter

Hasil setelah discan

Menariknya lagi, lukisan terakhir sebelum mengakhiri rute pameran adalah lukisan tentang sosok artis fenomenal RM BTS. Menyadari bahwa kecintaan RM terhadap karya seni khususnya lukisan juga untuk memperingati tanggal debut BTS, pelaku pameran memutuskan untuk memajang karya seni ini. Bahkan, UYCC mengadakan semacam giveaway melalui lukisan ini untuk memenangkan hadiah menarik yang berhubungan tentang RM BTS.

Terakhir, UYCC juga menyediakan PhotoBox bagi mereka yang ingin mendokumentasikan momen. Harga PhotoBox dibanderol 35.000 rupiah per-dua strips foto.






Overall, aku sangat puas menghabiskan waktu, uang dan tenagaku untuk datang ke pameran seni kali ini. Mungkin demikian konten review pameran seni kali ini, untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi akun Instagram @uycc.artgallery. Sampai jumpa di konten review berikutnya~

Komentar

Popular Posts

PENGALAMAN TPA BAPPENAS ONLINE

Hai semua! Jumpa lagi di galeri tulisanku. Sesuai dengan judulnya, kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika melakukan TPA Bappenas online. Tidak sekedar berbagi pengalaman, aku juga akan memberikan beberapa tips belajar dan persiapan menjelang tes. Silakan disimak berikut ini ~ 1. TPA Bappenas merupakan singkatan dari Tes Potensi Akademik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . Menurut laman resmi koperasi bappenas selaku badan penyelenggara, tes ini dimaksudkan untuk mengungkap potensi intelektual. Nah hasil dari tes tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan seseorang dalam hal misalnya, melanjutkan studi S2 dan S3, promosi jabatan, sertifikasi dosen dan lain-lain. Sedangkan alasanku mengikuti tes ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi jenjang magister di Universitas Gadjah Mada. 2. Sama halnya dengan tes TOEFL atau tes bahasa lainnya yang bersifat resmi ( official ), TPA Bappenas juga berbayar. Dengan harga pada bulan Maret 2024 s...

SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA LPDP: PENILAIAN DIRI

Hai! Selamat datang kembali di galeri tulisanku. Kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang melengkapi penilaian diri pada seleksi administrasi beasiswa LPDP tahun 2023 program reguler. Tulisan ini sangat layak untuk dibaca bagi teman-teman yang sedang menyiapkan pendaftaran beasiswa LPDP. Silakan disimak berikut ini~ Salah satu isian yang harus dilengkapi pada pendaftaran beasiswa LPDP adalah “ Penilaian Diri ”. Pada menu ini, teman-teman harus mengisi beberapa hal yang berkaitan tentang diri sendiri, yaitu kelebihan, kekurangan, pengalaman beasiswa, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, hal terakhir yang diajarkan pada diri sendiri, kesalahan yang pernah dilakukan, tugas di luar lingkup dan pembeda dengan peserta lain. Karena isian data yang dilengkapi adalah seputar diri sendiri atau personal, maka peserta atau pendaftar beasiswa-lah yang sejatinya lebih tau ketika mengisi menu ini. Namun tak mengapa, aku di sini akan membantu teman-teman untuk menemukan ja...

Selangkah Lebih Dekat dengan Tuhan: Refleksi Perjalanan Spiritual dari Novel “Ziarah” Paulo Coelho

"Jika Anda sekarang merasa jauh dari Tuhan, itu bukan karena Anda ditakdirkan seperti itu, melainkan Anda masih berada di dalam perjalanan untuk mendekat kepada-Nya." Aku senang sekali mengawali ulasan buku ini dengan kutipan yang aku buat sendiri berdasarkan pengalaman membacaku. Sebagaimana judul di atas, tulisan kali ini akan mengulas salah satu karya Paulo Coelho berjudul “Ziarah” (atau dalam bahasa Inggris, The Pilgrimage ). Cover depan buku "The Pilgrimage" Sejatinya, buku ini bukan milikku, melainkan aku pinjam dari pasanganku. Kami membelinya bersama di pameran buku Gramedia “Semesta Buku”. Ini adalah buku karya Coelho pertama yang kubaca. Sebelumnya, kami, khususnya aku, hanya sering mendengar tentang karya terkenalnya, Sang Alkemis . Jadilah saat di pameran buku itu, kami memutuskan membeli dua buku Coelho sekaligus: Sang Alkemis dan Ziarah . Menurut pasanganku, memilih buku Ziarah akan membuat pengalaman membaca karya Coelho jadi lebih lengkap, k...