Langsung ke konten utama

CASE STUDY: IMPLEMENTATION OF THE POST-CONFLICT AGENDA FROM THE EVENTS OF THE SERBIA/KOSOVO WAR 1998-1999

CASE STUDY 

On November 5, 2020, it was quoted from the website of the non-governmental organization "Amnesty International" that the Serbia/Kosovo war crimes and crimes against humanity in 1998-1999 were confirmed by the Office of the Special Prosecutor based in The Hague as the perpetrators of the incident. Among the confirmed perpetrators were Kosovo President Hashim Thaçi and three other Kosovo Liberation Army (KLA) commanders. Some of the treatments alleged by the perpetrator were involvement in arbitrary arrests, enforced disappearances, torture and ill-treatment of prisoners, and murder of opponents. Thus, the victims affected by war crimes and crimes against humanity can claim their rights. Perpetrators of crimes are also required to meet the needs expected of victims who are affected. It can be seen that the number of victims affected was around one hundred people who were killed from various identities, such as Serbs, Roma, and ethnic Kosovo Albanians, including their political opponents. The next step that needs to be taken by the Serbian/Kosovo government and the perpetrators of crimes is to implement a post-conflict agenda, in which these activities can foster good relations between conflict-affected parties from war crimes and crimes against humanity. In addition, there are various kinds of special treatment in the post-conflict agenda carried out after the conflict has been agreed upon to achieve peace or the perpetrators of the crime have been legally confirmed. The following will describe the theoretical synthesis of the post-conflict agenda implementation in the Serbia/Kosovo war in 1998-1999.

FORMULATION OF THE PROBLEM 

How is the implementation of the post-conflict agenda from the events of the Serbia/Kosovo war in 1998-1999 ?

REFERENCE

Amnesty.org. 2020. Serbia/Kosovo: Confirmed indictment of Kosovo’s President for war crimes brings victims one step closer to long-awaited justice. Amnesty.org on the website (https://www.amnesty.org/en/latest/news/2020/11/serbiakosovo-confirmed-indictment-of-kosovos-president-for-war-crimes-brings-victims-one-step-closer-to-long-awaited-justice/) accessed on January 14, 2021.

SYNTHESIS THEORY






Komentar

Popular Posts

PENGALAMAN TPA BAPPENAS ONLINE

Hai semua! Jumpa lagi di galeri tulisanku. Sesuai dengan judulnya, kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika melakukan TPA Bappenas online. Tidak sekedar berbagi pengalaman, aku juga akan memberikan beberapa tips belajar dan persiapan menjelang tes. Silakan disimak berikut ini ~ 1. TPA Bappenas merupakan singkatan dari Tes Potensi Akademik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . Menurut laman resmi koperasi bappenas selaku badan penyelenggara, tes ini dimaksudkan untuk mengungkap potensi intelektual. Nah hasil dari tes tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan seseorang dalam hal misalnya, melanjutkan studi S2 dan S3, promosi jabatan, sertifikasi dosen dan lain-lain. Sedangkan alasanku mengikuti tes ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi jenjang magister di Universitas Gadjah Mada. 2. Sama halnya dengan tes TOEFL atau tes bahasa lainnya yang bersifat resmi ( official ), TPA Bappenas juga berbayar. Dengan harga pada bulan Maret 2024 s...

SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA LPDP: PENILAIAN DIRI

Hai! Selamat datang kembali di galeri tulisanku. Kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang melengkapi penilaian diri pada seleksi administrasi beasiswa LPDP tahun 2023 program reguler. Tulisan ini sangat layak untuk dibaca bagi teman-teman yang sedang menyiapkan pendaftaran beasiswa LPDP. Silakan disimak berikut ini~ Salah satu isian yang harus dilengkapi pada pendaftaran beasiswa LPDP adalah “ Penilaian Diri ”. Pada menu ini, teman-teman harus mengisi beberapa hal yang berkaitan tentang diri sendiri, yaitu kelebihan, kekurangan, pengalaman beasiswa, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, hal terakhir yang diajarkan pada diri sendiri, kesalahan yang pernah dilakukan, tugas di luar lingkup dan pembeda dengan peserta lain. Karena isian data yang dilengkapi adalah seputar diri sendiri atau personal, maka peserta atau pendaftar beasiswa-lah yang sejatinya lebih tau ketika mengisi menu ini. Namun tak mengapa, aku di sini akan membantu teman-teman untuk menemukan ja...

Selangkah Lebih Dekat dengan Tuhan: Refleksi Perjalanan Spiritual dari Novel “Ziarah” Paulo Coelho

"Jika Anda sekarang merasa jauh dari Tuhan, itu bukan karena Anda ditakdirkan seperti itu, melainkan Anda masih berada di dalam perjalanan untuk mendekat kepada-Nya." Aku senang sekali mengawali ulasan buku ini dengan kutipan yang aku buat sendiri berdasarkan pengalaman membacaku. Sebagaimana judul di atas, tulisan kali ini akan mengulas salah satu karya Paulo Coelho berjudul “Ziarah” (atau dalam bahasa Inggris, The Pilgrimage ). Cover depan buku "The Pilgrimage" Sejatinya, buku ini bukan milikku, melainkan aku pinjam dari pasanganku. Kami membelinya bersama di pameran buku Gramedia “Semesta Buku”. Ini adalah buku karya Coelho pertama yang kubaca. Sebelumnya, kami, khususnya aku, hanya sering mendengar tentang karya terkenalnya, Sang Alkemis . Jadilah saat di pameran buku itu, kami memutuskan membeli dua buku Coelho sekaligus: Sang Alkemis dan Ziarah . Menurut pasanganku, memilih buku Ziarah akan membuat pengalaman membaca karya Coelho jadi lebih lengkap, k...