Langsung ke konten utama

Postingan

REVIEW FILM "MENCARI RADEN SALEH"

Mau coba-coba review film "Mencuri Raden Saleh". Karena ini coba", jadi kesannya mungkin bakalan so tau. So plz correct me if i'm wrong :) Spoiler alert ⚠️ Poster Film "Mencuri Raden Saleh" Sumber: https://g.co/kgs/WmHk5y Sempat baca-baca juga di twitter kalo film ini bagus plotnya. Kayak jarang ada film Indonesia punya kualitas plot yg kayak gini. Ditambah lagi aktor-aktornya dari golongan muda. Ibaratnya, udah sangat mendukung sekali buat ditonton. Tapi apakah se- worth itu? 1. Plot film-nya memang unik, maju-mundur tapi nggak bikin bingung. Kayak penonton tuh dikasih kesempatan untuk mengira-ngira plotnya bakal seperti apa. Dan memang dijelasin kok dalam ceritanya, meskipun tidak sedetail mungkin. Kalo ada kritikus, mungkin setiap celah dari film bakal keliatan. 2. Perannya jelas, setiap aktor tuh punya perannya masing-masing. Dan unik juga, ada yg hacker-lah, bandar judi, taekwondo, pembalap, dan lain-lain. Tapi kalo berkisah tentang kenapa mereka pu...

STUDI KASUS RESOLUSI KONFLIK: SENGKETA WILAYAH INDIA DAN PAKISTAN

  Pada studi kasus kali ini, konflik mengenai sengketa internasional antara India dan Pakistan di wilayah Jammu Kashmir akan dibahas melalui dua konsep yaitu model mediasi dan kekuatan mediator. Pada dasarnya sengketa perbatasan antara India dan Pakistan belum menemukan titik pencapaian dimana kedua negara dapat sepakat dalam suatu keputusan yang ditentukan. Meskipun demikian, proses mediasi antara kedua negara terus diupayakan, dengan tujuan mewujudkan sistem internasional yang beraturan dan sesuai dengan aturan kemanusiaan. Perlu diketahui pula bahwa latar belakang sengketa internasional Jammu Kashmir bermula dari sejarahnya dimana kekuasaan Inggris menjual wilayah Kashmir kepada penguasa Hindu yang kemudian penerus dari penguasa Hindu tersebut belum menentukan bahwa wilayah tersebut akan bergabung dengan India ataukah Pakistan hingga saat ini. Berdasar pada aspek identitas yang dimiliki oleh wilayah Kashmir, mayoritas penduduknya beragama Islam yang kemudian mendorong penduduk K...

REVIEW ARTIKEL JURNAL “COMMERCIAL ISLAM IN INDONESIA: HOW TELEVISION PRODUCERS MEDIATE RELIGIOSITY AMONG NATIONAL AUDIENCES”

  LATAR BELAKANG             Media adalah alat utama dalam penyampaian informasi terkini ( real time ), serta alat untuk mempresentasikan suatu fenomena atau kejadian tertentu. Hal tersebut mengacu pada fungsi utama media yang selain untuk menyampaikan informasi, juga dapat berupa wadah atau jaringan yang mampu mewakili situasi tertentu. Media memiliki target untuk memuaskan para penikmatnya, khususnya pada khalayak umum yang menjadi sasaran utama media. Jadi, tak mengherankan apabila industri media sewaktu-waktu melakukan perombakan dalam ide atau gagasan supaya para penikmat media tertarik untuk tetap mengikuti keberadaan media tersebut. Seperti halnya media televisi yang akhir-akhir ini tidak hanya menayangkan liputan berita dan acara hiburan, tetapi juga progam keagamaan yang di siarkan secara khusus oleh media televisi. Hal ini kemudian menjadi sangat menarik untuk dibahas, yaitu keterkaitan antara media televisi dengan ...

THE NEW DIPLOMACY: STUDY CASE XINJIANG MUSLIMS

     The next concept that will be discussed using a Chinese case study that responds to Indonesia's question about the alleged harassment of Xinjiang Muslims is the concept of new diplomacy. To put it simply , this concept is a transition from old diplomacy. The diplomatic mission was originally an ad hoc mission then became a resident mission. This is reflected in the practice of diplomacy conducted by China to Indonesia in the case of Uighur Muslims, vis-a-vis. It was proven by a group of masses from the Indonesian people who held a demonstration in front of the Chinese Embassy in Jakarta to pressure the Chinese government to stop the alleged persecution of Uighur Muslims. [1]  With the existence of a diplomatic mission the resident mission makes it easy to convey the aspirations of the Indonesian people towards the Uighur Muslim case.      New diplomacy is also synonymous with problems that are closer to the community. Thus, the practice of...

PERSONALITAS SEORANG SOEKARNO

  Sosok presiden Soekarno di pelupuk ingatan masyarakat Indonesia tak akan lekang oleh waktu, pun di mata internasional. Sebab sejarah telah mencatat bagaimana seorang orator ulung yang bernama Soekarno itu mampu dengan berani menggagas pikiran yang cendekiawan di kalanya. Menyingkap kekejaman pemerintah kolonial di kancah dunia, serta membakar semangat kemerdekaan terhadap saudara sebangsanya di Indonesia. Tentu segala kehendak yang dilakukan oleh Soekarno tak luput dari pengaruh lingkungan yang melekat pada dirinya. Hingga membentuk karakter Soekarno yang sangat membenci pemerintahan kolonial dan imperial. Dari karakter Soekarno yang kuat tersebut, muncul pemikiran bahwa penjajahan di atas bumi pertiwi Indonesia harus dihapuskan dan segera dihentikan. Ide kemerdekaan tersebut mencapai tahap gemilangnya dengan dorongan dari berbagai tokoh penting yang turut serta dalam merumuskan dasar-dasar negara. Jadilah Indonesia merdeka yang mulanya dipimpin oleh presiden Soekarno dan wakil p...

KESIMPULAN ARTIKEL JURNAL “THE CNN EFFECT: CAN THE NEWS MEDIA DRIVE FOREIGN POLICY?”

            Pada jurnal yang berjudul “ The CNN Effect: Can the News Media Drive Foreign Policy ?” karangan Piers Robinson terdapat berbagai anggapan bahwasannya media berita dapat memengaruhi terbentuknya kebijakan luar negeri. Hal tersebut ditandai dengan kemunculan istilah “CNN effect” atau dampak yang diberikan oleh media berita terhadap perangkat pemerintahan. Dampak yang diberikan dapat berupa dorongan atau kritikan terhadap kinerja pemerintahan, apakah selama ini pemerintahan melakukan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar atau justru sebaliknya. Peran media berita menjadi kunci utama untuk menstimulasi kinerja pemerintah, misalnya membentuk kebijakan luar negeri sebagai respon terhadap suatu fenomena internasional. Meskipun demikian, beberapa teori memiliki argument yang berbeda tentang peran media berita dalam membentuk atau mempengaruhi kebijakan luar negeri. Hal ini disebabkan oleh perspektif yang dipegang oleh masing-masing teor...

CASE STUDY: IMPLEMENTATION OF THE POST-CONFLICT AGENDA FROM THE EVENTS OF THE SERBIA/KOSOVO WAR 1998-1999

CASE STUDY  On November 5, 2020, it was quoted from the website of the non-governmental organization "Amnesty International" that the Serbia/Kosovo war crimes and crimes against humanity in 1998-1999 were confirmed by the Office of the Special Prosecutor based in The Hague as the perpetrators of the incident. Among the confirmed perpetrators were Kosovo President Hashim Thaçi and three other Kosovo Liberation Army (KLA) commanders. Some of the treatments alleged by the perpetrator were involvement in arbitrary arrests, enforced disappearances, torture and ill-treatment of prisoners, and murder of opponents. Thus, the victims affected by war crimes and crimes against humanity can claim their rights. Perpetrators of crimes are also required to meet the needs expected of victims who are affected. It can be seen that the number of victims affected was around one hundred people who were killed from various identities, such as Serbs, Roma, and ethnic Kosovo Albanians, including the...