Kebijakan luar negeri Amerika
Serikat yang berisi tentang perlawanan terhadap terorisme diputuskan secara
penuh tanggung jawab oleh Presiden sekaligus pembuat kebijakan George W Bush.
Sebab insiden yang diduga melakukan pembajakan pesawat terbang dan serangan
bunuh diri yang ditargetkan pada beberapa ba
TRAIT OF ANALYSIS
1) Sikap dalam menghadapi kendala
Diksi:
- “I”
-
“Strong”
Frekuensi
terucap: masing-masing kata terucap dalam frekuensi 2 kali pengucapan
Analisa:
sikap presiden Amerika George W Bush dalam menghadapi kendala atau masalah di
hadapannya tercermin dalam beberapa kata yang di ucapkan dalam pernyataannya
sesaat setelah insiden 11 September terjadi. Diantaranya yaitu penekanan pada
kata ganti subjek “I” atau “saya” yang dapat diidentifikasi sebagai sikapnya
secara individual dalam menanggapi masalah yang terjadi. Selain itu, kata
“strong” atau kuat juga dapat mencerminkan konfidensi atau kepercayaan diri
presiden George W Bush dalam mengontrol kendala yang dihadapi. Terdapat
pernyataan yang diulang berkali-kali oleh Presiden George W Bush yang
membicarakan tentang ketahanan Amerika meskipun telah dihantam oleh serangan
teroris.
2) Keterbukaan terhadap informasi baru
Diksi:
- “offices secretaries, businessmen and
women, military and federal workers, moms and dads, friends and neighbors”
-
“federal
agencies in Washington which had to be evacuated today are reopening for
essential personnel tonight and will be open for business tomorrow. our
financial institutions remain strong and the American economy will be open for
business as well”
-
“I
thank the many world leaders who have called to offer their condolences and
assistance. America and our friends and allies join with all those who want peace
and security in the world and we stand together to win the war against
terrorism”
-
“our
first priority is to get help to those who have been injured and to take every
precaution, to protect our citizens at home around the world from further
attacks”
Frekuensi
terucap: masing-masing kalimat terucap dalam sekali ucapan, namun esensinya
mengandung makna yang hampir sama.
Analisa:
keterbukaan terhadap informasi baru adalah aspek penting untuk membentuk suatu
kerangka kerja kebijakan. Dalam hal ini, pemimpin berupaya untuk
mendeskripsikan berbagai macam hal yang berada di sekitarnya. Seperti yang
terucap oleh Presiden George W Bush dalam pernyataan singkatnya, bahwa terdapat
berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan oleh rakyat Amerika yang kemudian
menjadi korban dalam insiden 11 September 2001. Selain itu, presiden George W
Bush juga menyatakan bahwa aktivitas per-ekonomian dan bisnis Amerika akan
tetap berlanjut dan terbuka. Presiden George W Bush juga mengungkapkan rasa
terimakasihnya terhadap berbagai pimpinan negara dan sekutunya yang turut serta
dalam berduka cita dan menawarkan bantuan. Di sisi lain, presiden George W Bush
mendeskripsikan kebijakannya yang lebih mementingkan kepentingan negara atau
orang lain dibandingkan kepentingan dirinya sendiri.
3) Motivasi dalam memimpin
Diksi:
- “Our”: our nation, our country,
our government, our intelligence, our military
-
“Terrorist”
Frekuensi
terucap: - “our” lebih dari 10 kali
terucap
-
“terrorist”
3 kali terucap
Analisa:
pada pernyataan presiden Amerika George W Bush sesaat setelah insiden 11
September terjadi, terdapat beberapa kata yang mengandung makna bahwa George W
Bush lebih fokus dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama (teamwork). Penekanan pada kata “our”
yang kemudian diimbuhi dengan beberapa kata yang menjelaskan bahwa pemerintah
Amerika beserta jajarannya berupaya untuk melakukan pertolongan terhadap korban
dan penyelesaian masalah, baik berupa penyelidikan lebih lanjut maupun aksi
memerangi terorisme. Juga terdapat pernyataan bahwa tata kelola pemerintah
Amerika atau yang disebut sebagai Kongres mendukung secara penuh terhadap
kebijakan yang telah diputuskan oleh presiden George W Bush. Selain itu, kata
“terrorist” menunjukkan bahwa presiden George W Bush mencurigai serta menuduh
subjek tertentu yang menjadi dalang dibalik insiden 11 September 2001. Presiden
George W Bush juga melakukan pencarian terhadap pelaku yang harus
bertanggungjawab atas insiden tersebut, dan akan dibawa ke pengadilan.
EMOSI
Emosi atau faktor afektif juga dapat
mempengaruhi pembuatan kebijakan luar negeri. Hal tersebut juga dapat ditemukan
dalam pernyataan-pernayatan presiden terhadap masalah yang dia hadapi. Emosi
didefinisikan sebagai reaksi spontan yang dapat menentukan kebijakan luar
negeri. Adapun luapan emosi yang berperan dalam pembuatan kebijakan luar negeri
Amerika untuk memerangi terorisme terdapat pada pernyatan presiden George W
Bush. Penekanan pada kata “evil” yang diucapkan berulang-ulang menyusul kalimat
yang mengutuk tindakan terror merupakan luapan emosi presiden George W Bush. “today our nation saw evil, the very worst
of human nature. the search is underway for those who are behind these evil
acts”. Bahkan presiden George W Bush mengutip dari alkitab yang menjadi
sumber kepercayaannya, dan sekali lagi penekanan terhadap kata “evil”. “spoken through the ages in Psalm 23, even
though I walk through the valley of the shadow of death, I fear no evil for you
are with me”. Disebutkan juga dalam pernyataannya bahwa berbagai luapan
emosi ditransformasikan sedemikian rupa menjadi luapan kesedian dan amarah.” the pictures of airplanes flying into
buildings, fires burning huge huge structures collapsing have filled us with
disbelief, terrible sadness and a quiet unyielding anger”. Dari segala
pernyataan presiden Amerika George W Bush, maka dapat disimpulkan bahwa peran
emosi dari seorang pemimpin dapat membentuk suatu kebijakan luar negeri.
Komentar
Posting Komentar