Langsung ke konten utama

PERDAGANGAN SENJATA


PENGANTAR

      Kejahatan lintas batas negara pada era globalisasi semakin marak dan bermunculan di berbagai bidang kehidupan. Salah satu alasannya karena era globalisasi menjadikan teknologi dan informasi menjadi canggih, sehingga tindak kejahatan apapun dipermudah dengan eksistensi teknologi dan informasi yang semakin canggih tersebut. Salah satu contoh tindak kejahatan lintas batas negara yang sedang dihadapi oleh berbagai negara di dunia yaitu tindak kejahatan perdagangan senjata. Biro Federal Laporan Kejahatan Seragam Investigasi tahun 1996 menunjukkan bahwa senjata digunakan dalam 29 persen untuk melakukan tindak kejahatan lainnya seperti, pembunuhan, perampokan, dan serangan di Amerika Serikat.[1] Dari laporan tersebut, ini membuktikan bahwa perdagangan senjata juga mengancam kondisi keamanan di suatu negara. Progam atau kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menanggulangi tindak kejahatan tersebut. Meskipun tidak secara langsung dapat diatasi, namun apabila penegakan hukum di suatu negara bersifat tegas dan kebijakan pemerintah dapat dilakukan secara berkala maka sedikit demi sedikit tindak kejahatan perdagangan senjata dapat berkurang secara signifikan. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pengertian secara umum, penyebab, pengaruh, dan cara mengurangi perdagangan senjata lintas batas wilayah negara.

PERDAGANGAN SENJATA GELAP DI BERBAGAI NEGARA

      Perdagangan senjata menjadi salah satu topik utama dalam kajian kemanan internasional saat ini. Alasannya karena segala tindakan yang mengancam individu seperti tindak kejahatan pencurian, perampasan, dan sebagainya mayoritas menggunakan senjata sebagai alat untuk melancarkan aksi kejahatan. Awalnya persediaan senjata berasal dari Perang Dingin yang disediakan untuk berbagai pejuang di Amerika Latin oleh Amerika dan Uni Soviet. Selama tahun 1970-an dan 1980-an, Amerika Serikat, Kuba, dan Soviet secara agresif berupaya mempromosikan ideologi mereka. Salah satu akibat dari propaganda ideologi ini melibatkan militer Amerika mentransfer senjata kecil ke Nikaragua, Honduras, dan El Salvador.[2] Namun pendistribusian senjata ini semata-mata hanya untuk memperoleh dukungan atas ideologi mereka. Sehingga pada saat perang dingin, pendistribusian senjata yang melewati lintas batas negara belum menjadi masalah keamanan internasional.

      Pasca perang dingin, perdagangan senjata mulai mengalami perubahan tujuan. Yakni kepada kelompok organisasi kriminal, pemberontak, teroris, dan aktivis kejahatan seperti, pencuri, perampok, pemeras uang, dan kejahatan-kejahatan lainnya. Di benua Afrika, pada Agustus 2001, kabarnya hampir 500 penyerangan terjadi dengan menggunakan senapan, granat peluncur dan senapan mesin. Kemudian di Afrika Selatan, senjata ringan adalah penyebab utama kematian tidak wajar (hampir 30% dari total), dan dari 20 negara yang terdaftar mengalami tingkat perkembangan manusia terendah (yang semuanya ada di Afrika) lebih dari 50% telah mengalami tingkat kekerasan bersenjata yang signifikan sejak 1990.[3] Ini membuktikkan bahwa perdagangan senjata juga terlaksana di benua Afrika. Terlebih lagi, di benua Afrika tercatat bahwa seringkali terjadi konflik yang mengakibatkan mudahnya akses perdagangan senjata.

      Lain hal di benua Eropa, dimana informasi yang dapat dipercaya tentang aliran senjata ilegal relatif jarang. Namun demikian, jelas bahwa sebagian besar senjata ilegal yang dimiliki atau diperdagangkan berasal dari benua Eropa.[4] Meskipun di benua Eropa perdagangan senjata relatif jarang, tetapi ada beberapa lembaga atau institusi resmi yang didirikan untuk mengurangi arus perdagangan barang ilegal, seperti senjata, narkoba, atau barang langka (gading gajah, kulit harimau, dan sebagainya). Perwakilan negara di benua Eropa juga sepakat dalam menentang aksi perdagangan ilegal, dibuktikan dengan kehadiran Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

      Sementara di benua Amerika khususnya di Amerika Tengah merupakan satu-satunya wilayah dengan sumber senjata ilegal terbesar yang kemudian di distribusikan ke Kolombia, dengan lima negara — El Salvador, Honduras, Nikaragua, Panama, dan Kosta Rika — terhitung lebih dari sepertiga dari semua senjata dikirim ke negara itu.[5] Selain menjadi sumber senjata ilegal terbesar, Amerika tengah juga menjadi tempat atau transit utama perdagangan senjata. Ini menyebabkan tingkat kriminalitas di Amerika meningkat. Di Amerika Serikat, menghitung sekitar 285.000 kematian per tahun akibat kekerasan kriminal, dibandingkan dengan 18.000 kematian akibat kekerasan kriminal yang terjadi setiap tahun.[6] Dengan laporan yang telah dipaparkan diatas, membuktikkan bahwa tingkat perdagangan senjata mengikuti tingkat kriminalitas di suatu negara. Apabila, tingkat perdagangan senjata di suatu negara tinggi maka aksi kriminal semakin meningkat.

      Di benua Australia dan Asia juga tidak terlepas dari aktivitas perdagangan senjata. Di benua Australia seringkali dijadikan tujuan untuk mentransfer senjata ilegal dari berbagai negara. Sama halnya seperti di benua Asia, yang dijadikan sasaran dalam perdagangan senjata ilegal. Perdagangan gelap senjata ringan di kawasan Asia Tenggara telah memberikan kontribusi yang signifikan ke gudang gerakan separatis dan faksi yang bertikai khususnya di Indonesia. Senjata dibeli secara ilegal sehingga mengubah keseimbangan kekuasaan di antara kelompok-kelompok yang bertikai di Indonesia. Hal yang sama berlaku untuk kelompok-kelompok yang bertikai di Poso, Sulawesi, dan Ambon, Maluku. Karakteristik geografis wilayah yang luas dan perbatasan yang renggang di antara negara-negara Asia Tenggara dianggap sebagai pintu masuk yang mudah dalam penyelundupan senjata api yang berasal dari Kamboja, Thailand dan Filipina Utara.[7]

PENYEBAB DAN PENGARUH PENYELUNDUPAN SENJATA TERHADAP KETIDAKSTABILAN KONDISI KEAMANAN SUATU NEGARA

      Suatu tindakan kejahatan dilakukan oleh pelaku kejahatan dengan adanya alasan tertentu, yang menimbulkan dampak buruk bagi subjek-subjek suatu negara termasuk individu. Salah satu dampak buruk yang sangat bersentuhan secara langsung dengan subjek suatu negara adalah tentang ketidakstabilan kondisi keamanan suatu negara, dimana subjek suatu negara atau nyawa individu merasa terancam dengan aktivitas penyelundupan senjata. Berikut akan dijelaskan secara singkat mengenai beberapa penyebab utama terjadinya penyelundupan atau perdagangan senjata. Diantaranya :

      Penyebab pertama yaitu krisis dalam mencukupi kebutuhan hidup, dimana kebutuhan manusia semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Ketika manusia gagal memenuhi kebutuhan hidupnya, maka mereka akan mencari cara lain supaya dapat bertahan hidup. Salah satunya adalah menjadi agen perdagangan senjata, baik menjadi distributor atau pemasok senjata ilegal. Seorang pilot dan krunya mungkin dibayar antara $ 5.000 dan $ 30.000 plus biaya sewa pesawat[8] dalam melakukan pengiriman senjata melalui jalur udara. Faktor ini menyebabkan manusia tergiur untuk melakukan penyelundupan senjata. Selain itu, perdagangan senjata juga dioperasikan selayaknya bisnis seperti biasa. Sehingga pelaku dapat meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari perdagangan senjata.

      Penyebab kedua karena adanya konflik di suatu negara yang sulit diselesaikan. Seperti kelompok separatis atau pemberontak yang melawan kekuasaan di suatu negara. Mereka membutuhkan peralatan senjata untuk mempertahankan posisinya dan juga sebagai alat untuk memerangi angkatan bersenjata di suatu negara. Seperti golongan separatis Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (FARC) atau Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia dan Ejército deLiberación Nacional (ELN) di Kolombia, dimana anggota baru dari masing-masing golongan membutuhkan senjata mereka sendiri dan akses ke pasokan amunisi yang konsisten, sehingga memaksa FARC untuk mengeksplorasi sumber senjata baru dan rute distribusi. Ini mengindikasikan bahwa kelompok pemberontak atau separatis di Kolombia telah menghabiskan banyak uang untuk senjata dan amunisi setiap tahun.[9] Namun di sisi lain, ketika terjadi konflik berkepanjangan di suatu negara, dengan keadaan sistem keamanan yang lemah, tidak menutup kemungkinan bahwa pemilik senjata ilegal yang didistribusikan di pasar gelap adalah warga sipil biasa. Alasan mereka memiliki senjata ilegal tersebut adalah sebagai upaya untuk melindungi diri dari ancaman yang akan terjadi. Dan beberapa penyebab lainnya.

      Beberapa pengaruh penyelundupan senjata terhadap ketidakstabilan kondisi keamanan suatu negara berupa ancaman pelaku terhadap otoritas dan kekuasaan negara. Apabila akses perdagangan senjata mudah dilalui, maka pelaku kejahatan juga semakin mudah untuk melakukan tindak kriminal yang menggunakan senjata sebagai alat untuk menyerang. Selain itu, perdagangan senjata juga mempengaruhi pejabat pemerintahan atau elit politik yang berkuasa di suatu negara untuk melakukan tindakan yang tidak sewajarnya, dalam artian mereka justru membantu menyalurkan senjata ilegal terhadap kelompok-kelompok separatis dengan alasan finansial. Dan segala kegiatan yang melanggar hukum domestik seperti perdagangan senjata juga mengancam ketidakstabilan kondisi keamanan suatu negara. Sama halnya ketika setiap kali seorang warga negara Kolombia membeli atau menjual senjata di pasar gelap, dia melemahkan otoritas negara dengan mengabaikan hukumnya.[10]

MENGURANGI PERDAGANGAN SENJATA API ILEGAL

      Suatu tindakan kejahatan terutama yang bersifat transnasional tidak bisa secara langsung dimusnahkan hingga akarnya, namun ada beberapa upaya efektif untuk mengurangi tindakan kejahatan tersebut. Salah satunya perdagangan senjata, dimana tindakan tersebut memiliki titik-titik yang cukup rumit. Mulai dari perusahaan senjata yang awalnya bersifat legal kemudian seorang buruh mencuri persediaan senjata tersebut untuk dijual di pasar gelap dengan alasan finansial. Dan pada akhirnya cara untuk mendistribusikan senjata tersebut menjadi ilegal. Dan contoh kasus perdagangan senjata lainnya. Berikut ada beberapa cara untuk mengurangi senjata api ilegal:

      Yang pertama yaitu, pemenuhan kebutuhan hidup kepada seluruh lapisan individu di suatu negara. Baik dengan cara menyediakan lapangan kerja yang efektif maupun pemerataan ekonomi di suatu negara. Sehingga, pelaku tindak kejahatan kemungkinan kecil akan berkurang sedikit demi sedikit apabila kebutuhan hidup mereka telah terpenuhi. Seperti pasar senjata ilegal di Afrika yang berkembang karena kombinasi keterbelakangan, rasa tidak aman, ketidaksetaraan dan tata kelola yang tidak efektif, yang mengakibatkan menguatnya embargo senjata.[11] Yang kedua berupa penindak lanjutan terhadap pelaku kejahatan. Selama ini, hukuman yang di sanksikan terhadap pelaku kejahatan dinilai belum mencapai tahap sempurna. Sehingga dibutuhkan sebuah tindakan lebih lanjut untuk pelaku kejahatan supaya memberi efek jera atau bahkan memberi pelajaran terhadap pelaku kejahatan lainnya. Yang ketiga, membuat kebijakan atau selebihnya progam mengenai pelarangan tindakan kejahatan di suatu negara. Sama halnya seperti hukuman mengenai pelaku kejahatan, kebijakan pemerintah masih gagal dalam merespon tindakan kejahatan. Yang keempat berupa penyelidikan secara rinci mengenai tindakan kejahatan. Seperti perdagangan senjata, maka pihak keamanan berupaya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan bekerja sama dengan pihak keamanan atau lembaga keamanan lainnya, supaya tindakan kejahatan lebih mudah di eksekusi. Yang kelima, yaitu pejabat pemerintahan besertaan elit politik yang bersifat mengayomi warga negara. Sebagai penyedia keamanan, negara memiliki kewajiban untuk melindungi warganya dari risiko keamanan apa pun yang mengancam keberadaan negara serta warganya. Negara juga menjamin keamanan, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil warganya.[12] Dan beberapa upaya efektif lainnya untuk mengurangi perdagangan senjata api ilegal.

KESIMPULAN

      Yang dimaksud dengan perdagangan senjata ialah, suatu tindakan dimana individu atau kelompok tertentu menjual senjata api tanpa adanya lisensi atau izin resmi dari pihak terkait. Singkatnya, senjata api tersebut bersifat ilegal baik cara mendapatkan maupun mendistribusikan ke oknum-oknum tertentu. Cara pendistribusiannya juga beragam, mulai dari jalur darat, laut, hingga udara. Senjata-senjata ilegal tersebut diselundupkan melalui titik-titik tertentu, dan ada juga beberapa yang di distribusikan melalui pasar gelap. Setiap wilayah di dunia memiliki perbedaan dalam melakukan perdagangan senjata, namun secara keseluruhan wilayah-wilayah di dunia tersebut telah mendapatkan dampak dari perdagangan senjata. Seperti tingkat kematian yang semakin naik, dan aksi kriminal yang mengancam otoritas dan kekuasaan suatu negara. Perdagangan senjata tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan, namun ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya perdagangan senjata. Perdagangan senjata juga memiliki efek buruk terhadap ketidakstabilan kondisi keamanan suatu negara. Sehingga, setidaknya ada beberapa upaya yang cukup efektif untuk mengurangi perdagangan senjata, supaya kondisi keamanan suatu negara menjadi stabil kembali.

REFERENSI

Cragin, Kim dkk. 2003. Arms Trafficking and Colombia. Santa Monica, Arlington, & Pittsburgh: National Defense Research Institute

Greene, Owen. 2000. Examining international responses to illicit arms trafficking. Belanda: Kluwer Academic Publishers.

Muna, Riefqi. ___ . Securitization of Transnational Crime: Small Arms and Light Weapons & Drug Trafficking in Indonesia. ___: ___

Reno, Janet. 2000. Reducing Illegal Firearms Trafficking: Promising, Practices, and Lesson Learned, Bureau of Justice Assistance.

Schroeder, Matt dkk. The Illicit of Arms Trade in Africa. African Analyst. Third Quarter. 2006.

 

 



[1] Reno, Janet. 2000. Reducing Illegal Firearms Trafficking: Promising, Practices, and Lesson Learned, Bureau of Justice Assistance. Hal. 8

[2] Cragin, Kim dkk. 2003. Arms Trafficking and Colombia. Santa Monica, Arlington, & Pittsburgh: National Defense Research Institute. Hal. 32

[3] Schroeder, Matt dkk. The Illicit of Arms Trade in Africa. African Analyst. Third Quarter. 2006. Hal. 2-4

[4] Greene, Owen. 2000. Examining international responses to illicit arms trafficking. Belanda: Kluwer Academic Publishers. Hal. 18

[5] Cragin, Kim dkk. 2003. Arms Trafficking and Colombia. Santa Monica, Arlington, & Pittsburgh: National Defense Research Institute. Hal. 14

[6] Ibid Hal. 29

[7] Muna, Riefqi. ___ . Securitization of Transnational Crime: Small Arms and Light Weapons & Drug Trafficking in Indonesia. ___: ___ Hal. 13

[8] Cragin, Kim dkk. 2003. Arms Trafficking and Colombia. Santa Monica, Arlington, & Pittsburgh: National Defense Research Institute. Hal. 60

[9] Ibid Hal. 11-12

[10] Ibid Hal. 87

[11] Schroeder, Matt dkk. The Illicit of Arms Trade in Africa. African Analyst. Third Quarter. 2006. Hal. 6

[12] Muna, Riefqi. ___ . Securitization of Transnational Crime: Small Arms and Light Weapons & Drug Trafficking in Indonesia. ___: ___ Hal. 5

Komentar

Popular Posts

PENGALAMAN TPA BAPPENAS ONLINE

Hai semua! Jumpa lagi di galeri tulisanku. Sesuai dengan judulnya, kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika melakukan TPA Bappenas online. Tidak sekedar berbagi pengalaman, aku juga akan memberikan beberapa tips belajar dan persiapan menjelang tes. Silakan disimak berikut ini ~ 1. TPA Bappenas merupakan singkatan dari Tes Potensi Akademik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . Menurut laman resmi koperasi bappenas selaku badan penyelenggara, tes ini dimaksudkan untuk mengungkap potensi intelektual. Nah hasil dari tes tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan seseorang dalam hal misalnya, melanjutkan studi S2 dan S3, promosi jabatan, sertifikasi dosen dan lain-lain. Sedangkan alasanku mengikuti tes ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi jenjang magister di Universitas Gadjah Mada. 2. Sama halnya dengan tes TOEFL atau tes bahasa lainnya yang bersifat resmi ( official ), TPA Bappenas juga berbayar. Dengan harga pada bulan Maret 2024 s...

SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA LPDP: PENILAIAN DIRI

Hai! Selamat datang kembali di galeri tulisanku. Kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang melengkapi penilaian diri pada seleksi administrasi beasiswa LPDP tahun 2023 program reguler. Tulisan ini sangat layak untuk dibaca bagi teman-teman yang sedang menyiapkan pendaftaran beasiswa LPDP. Silakan disimak berikut ini~ Salah satu isian yang harus dilengkapi pada pendaftaran beasiswa LPDP adalah “ Penilaian Diri ”. Pada menu ini, teman-teman harus mengisi beberapa hal yang berkaitan tentang diri sendiri, yaitu kelebihan, kekurangan, pengalaman beasiswa, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, hal terakhir yang diajarkan pada diri sendiri, kesalahan yang pernah dilakukan, tugas di luar lingkup dan pembeda dengan peserta lain. Karena isian data yang dilengkapi adalah seputar diri sendiri atau personal, maka peserta atau pendaftar beasiswa-lah yang sejatinya lebih tau ketika mengisi menu ini. Namun tak mengapa, aku di sini akan membantu teman-teman untuk menemukan ja...

Selangkah Lebih Dekat dengan Tuhan: Refleksi Perjalanan Spiritual dari Novel “Ziarah” Paulo Coelho

"Jika Anda sekarang merasa jauh dari Tuhan, itu bukan karena Anda ditakdirkan seperti itu, melainkan Anda masih berada di dalam perjalanan untuk mendekat kepada-Nya." Aku senang sekali mengawali ulasan buku ini dengan kutipan yang aku buat sendiri berdasarkan pengalaman membacaku. Sebagaimana judul di atas, tulisan kali ini akan mengulas salah satu karya Paulo Coelho berjudul “Ziarah” (atau dalam bahasa Inggris, The Pilgrimage ). Cover depan buku "The Pilgrimage" Sejatinya, buku ini bukan milikku, melainkan aku pinjam dari pasanganku. Kami membelinya bersama di pameran buku Gramedia “Semesta Buku”. Ini adalah buku karya Coelho pertama yang kubaca. Sebelumnya, kami, khususnya aku, hanya sering mendengar tentang karya terkenalnya, Sang Alkemis . Jadilah saat di pameran buku itu, kami memutuskan membeli dua buku Coelho sekaligus: Sang Alkemis dan Ziarah . Menurut pasanganku, memilih buku Ziarah akan membuat pengalaman membaca karya Coelho jadi lebih lengkap, k...