Langsung ke konten utama

HUAWEI VS AMERIKA SERIKAT (STUDI KASUS LINGKUNGAN MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL)


PENDAHULUAN

            Manajemen bisnis internasional juga perlu memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan dari suatu negara, mulai dari lingkungan politik, hukum, ekonomi, dan teknologi. Hal ini disebabkan karena arus globalisasi yang menciptakan dinamisme perkembangan isu global, sehingga akan sangat mudah mempengaruhi kondisi lingkungan suatu negara. Misalnya saja dalam studi kasus kali ini yang menggambarkan bagaimana perusahaan multinasional telekomunikasi dan jaringan komunikasi Huawei yang bermarkas di China mengalami rentetan tuduhan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump akibat kondisi lingkungan di Amerika Serikat. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perseteruan antara perusahaan multinasional Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat.

HUAWEI VS AMERIKA SERIKAT

            Menjadi buah bibir di berbagai kalangan pebisnis di masa kini, perusahaan multinasional di bidang telekomunikasi dan jaringan komunikasi Huawei didirikan di sebuah apartemen kecil di Shenzen, China pada tahun 1987 oleh Ren Zhengfei.[1] Seperti kebanyakan orang pada umumnya, Ren Zhengfei dalam membangun perusahaan multinasional Huawei juga mengalami pasang surut, dimana kegagalan dan kesuksesan datang silih berganti. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang dibangun oleh Ren Zhengfei beserta rekan kerjanya membuahkan hasil yang signifikan. Terbukti perkembangan jumlah unit yang telah diproduksi perusahaan multinasional Huawei pada tahun 2010 yang berjumlah 3 juta unit, kemudian mengalami kenaikan secara nyata pada tahun 2018 yakni dengan jumlah 200 juta unit.[2] Hal ini memperkuat spekulasi bahwa ke depannya perusahaan multinasional Huawei akan menjadi perusahaan terbesar di dunia, mengalahkan perusahaan milik Amerika dan negara-negara barat lainnya.

            Terlepas dari kesuksesan Huawei dalam menggaet konsumen dari berbagai kalangan identitas, terdapat permasalahan yang muncul di permukaan sehingga mau tidak mau perusahaan Huawei harus menghadapi dan menerima kenyataan tersebut. Para pengamat bisnis internasional menganalisa berbagai kasus Huawei yang mencuat di awal tahun 2000an, dan deretan kasus tersebut menjadi penanda bahwa adanya kecurigaan terhadap perusahaan multinasional Huawei yang meretas data-data penting milik Amerika. Mulai dari kasus tuduhan pelanggaran hak cipta oleh Cisco, tuduhan spionase perusahaan oleh Motorola, tuduhan mencuri teknologi oleh T-Mobile. Kemudian munculnya pemberitaan tentang hubungan dekat antara Huawei dan militer China, hingga kasus Huawei yang mencoba menjual peralatan komputer Amerika Serikat kepada operator telepon seluler terbesar Iran.[3] Puncak dari kasus Huawei adalah mengenai perseteruannya dengan pihak Amerika Serikat, yang mana pihak Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk melindungi keamanan nasionalnya serta memberikan sanksi terhadap Huawei atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya.

            Pergolakan antara Huawei dan Amerika Serikat tidak berhenti pada pemberian sanksi atas tuduhan yang dilemparkan terhadap Huawei, akan tetapi berlanjut hingga Huawei yang menolak mentah-mentah segala tuduhan yang dilemparkan terhadapnya. Terutama sejak pemberlakuannya Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional oleh Amerika Serikat yang mencakup larangan lembaga pemerintah untuk membeli peralatan atau layanan dari Huawei dan ZTE.[4] Tak hanya itu, terakhir kalinya pemberitaan kasus tentang perseteruan antara Huawei dan Amerika Serikat ialah dimasukkannya nama Huawei beserta 70 afiliasinya ke dalam daftar hitam Amerika Serikat.[5] Hal ini kemudian memperlemah langkah Huawei dalam melakukan kegiatan bisnisnya, mengingat Huawei membutuhkan dukungan komponen dan konsumen di Amerika Serikat.

            Diungkap oleh BBC mengenai beberapa alasan mengapa Huawei dapat mengancam keamanan nasional Amerika dan layak untuk mendapatkan sanksi berupa blacklist, diantaranya yaitu; 1. Jaringan super cepat 5G milik Huawei yang memiliki kapabilitas untuk menembus keamanan nasional Amerika Serikat.; 2. Skandal robot jari yang dituduhkan oleh T-Mobile. Pada akhirnya, Huawei mengklaim bahwa karyawan tersebut beraksi sendirian, dan kasus itu telah diselesaikan di pengadilan tahun 2014 lalu.[6] Namun terdapat kecurigaan bahwa skandal tersebut dilakukan atas perintah eksekutif senior China.; 3. Kerjasama terselubung antara Huawei dan Iran yang menyebabkan ditahannya Meng Wanzhou, kepala bidang keuangan Huawei sekaligus putri tertua Ren Zhengfei.; 4. Kasus layar telepon anti pecah yang telah diselidiki oleh FBI bahwa penggunaannya dapat melanggar regulasi perdagangan senjata internasional.; 5. Huawei yang tetap berdiri teguh di pasar global meskipun sedang dilanda berbagai tuduhan. Hal ini disebabkan oleh konsumen yang tertarik untuk menikmati produk Huawei yang dianggap lebih terjangkau harganya dibandingkan produk telekomunikasi lainnya.[7]

            Sanksi yang dijatuhkan terhadap Huawei oleh Amerika Serikat justru berbuntut panjang dan semakin bertambah jumlah dakwaannya. China merespon secara tegas perlakuan Amerika Serikat yang dianggap tidak berdasar tersebut. Bagi pihak China, terdapat manipulasi politik dan hukum yang disengaja oleh Amerika Serikat untuk mencekik operasi perusahaan China yang sah dan legal.[8] Maka dari itu, China menuntut Amerika Serikat untuk membebaskan tuduhan beserta tahanan Meng Wanzhou atas dasar bukti-bukti yang belum ditemukan, serta penggunaan aspek hukum yang adil. Bagaimanapun juga, dampak dari kasus Huawei bagi Amerika Serikat adalah tertinggalnya perkembangan teknologi canggih berupa 5G.

KESIMPULAN

            Pertikaian antara perusahaan multinasional Huawei dan Amerika Serikat kerapkali dinilai sebagai lanjutan dari perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Dari kasus pertikaian Huawei dan Amerika Serikat, terdapat aspek hukum, politik, ekonomi, dan teknologi yang mempengaruhi kinerja Huawei di Amerika Serikat, yaitu daftar hitam dan sanksi yang dijatuhkan atas dasar pelanggaran perdagangan dan keamanan nasional Amerika Serikat. Meskipun demikian, masih belum ditemukan secara pasti bukti-bukti yang membenarkan sanksi tersebut, serta penangkapan Meng Wanzhou sebagai kepala bidang keuangan Huawei sekaligus putri tertua Ren Zhengfei. Namun kembali lagi pada prinsip lingkungan manajemen bisnis internasional, bahwa aspek hukum, politik, ekonomi, dan teknologi dapat secara langsung mempengaruhi kinerja dari suatu perusahaan di negara tertentu. Lingkungan manajemen bisnis internasional juga dapat menjadi suatu penghalang untuk mendapatkan keuntungan serta melakukan ekspansi perusahaan

REFERENSI

Anon. 2019. Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China. BBC.com dalam website (https://www.bbc.com/indonesia/majalah-48336363) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

CNN Indonesia. 2019. China Sebut AS Manipulasi Politik dan Hukum di Kasus Huawei. Jakarta: CNNIndonesia.com dalam website (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190129184056-113-364840/china-sebut-as-manipulasi-politik-dan-hukum-di-kasus-huawei) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Farras, Bernhart. 2019. Kisah Huawei Jadi 'Musuh' Nomor Satu Perusahaan Teknologi AS. CNBCIndonesia.com dalam website (https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190530203700-37-76009/kisah-huawei-jadi-musuh-nomor-satu-perusahaan-teknologi-as/2) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Pertiwi, Wahyunanda Kusuma. 2019. Kisah Hidup Huawei, Bermula dari Apartemen Sempit dan Modal Pas-pasan. Kompas.com dalam website (https://tekno.kompas.com/read/2019/11/19/09100097/kisah-hidup-huawei-bermula-dari-apartemen-sempit-dan-modal-pas-pasan?page=all#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Nama%20Huawei%20belakangan,buah%20bibir%20di%20ranah%20teknologi.&text=Kesuksesan%20Huawei%20tak%20langsung%20datang,di%20usianya%20yang%20ke%2D44.) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Pratomo, Yudha. 2019. Huawei Masuk "Blacklist" Amerika Serikat. Teknokompas.com dalam website (https://tekno.kompas.com/read/2019/05/18/11510087/huawei-masuk-blacklist-amerika-serikat?page=all) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Vaswani, Karishma. 2019. Huawei: Kisah perjalanan perusahaan kontroversial yang dituduh sebagai mata-mata Cina. BBC.com dalam website (https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47477958) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Zeb, Yasir. 2018. Huawei sets a new record of 200 million shipments in 2018. Researchsnipers.com. Dalam website (https://www.researchsnipers.com/huawei-sets-new-record-of-200-million-shipments-in-2018/) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.



[2] Zeb, Yasir. 2018. Huawei sets a new record of 200 million shipments in 2018. Researchsnipers.com. Dalam website (https://www.researchsnipers.com/huawei-sets-new-record-of-200-million-shipments-in-2018/) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021

[3] Farras, Bernhart. 2019. Kisah Huawei Jadi 'Musuh' Nomor Satu Perusahaan Teknologi AS. CNBCIndonesia.com dalam website (https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190530203700-37-76009/kisah-huawei-jadi-musuh-nomor-satu-perusahaan-teknologi-as/2) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

[4] Ibid.

[5] Pratomo, Yudha. 2019. Huawei Masuk "Blacklist" Amerika Serikat. Teknokompas.com dalam website (https://tekno.kompas.com/read/2019/05/18/11510087/huawei-masuk-blacklist-amerika-serikat?page=all) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

[6] Vaswani, Karishma. 2019. Huawei: Kisah perjalanan perusahaan kontroversial yang dituduh sebagai mata-mata Cina. BBC.com dalam website (https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47477958) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

[7] Anon. 2019. Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China. BBC.com dalam website (https://www.bbc.com/indonesia/majalah-48336363) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

[8] CNN Indonesia. 2019. China Sebut AS Manipulasi Politik dan Hukum di Kasus Huawei. Jakarta: CNNIndonesia.com dalam website (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190129184056-113-364840/china-sebut-as-manipulasi-politik-dan-hukum-di-kasus-huawei) yang diakses pada tanggal 15 Januari 2021.

Komentar

Popular Posts

PENGALAMAN TPA BAPPENAS ONLINE

Hai semua! Jumpa lagi di galeri tulisanku. Sesuai dengan judulnya, kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika melakukan TPA Bappenas online. Tidak sekedar berbagi pengalaman, aku juga akan memberikan beberapa tips belajar dan persiapan menjelang tes. Silakan disimak berikut ini ~ 1. TPA Bappenas merupakan singkatan dari Tes Potensi Akademik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . Menurut laman resmi koperasi bappenas selaku badan penyelenggara, tes ini dimaksudkan untuk mengungkap potensi intelektual. Nah hasil dari tes tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan seseorang dalam hal misalnya, melanjutkan studi S2 dan S3, promosi jabatan, sertifikasi dosen dan lain-lain. Sedangkan alasanku mengikuti tes ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi jenjang magister di Universitas Gadjah Mada. 2. Sama halnya dengan tes TOEFL atau tes bahasa lainnya yang bersifat resmi ( official ), TPA Bappenas juga berbayar. Dengan harga pada bulan Maret 2024 s...

SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA LPDP: PENILAIAN DIRI

Hai! Selamat datang kembali di galeri tulisanku. Kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang melengkapi penilaian diri pada seleksi administrasi beasiswa LPDP tahun 2023 program reguler. Tulisan ini sangat layak untuk dibaca bagi teman-teman yang sedang menyiapkan pendaftaran beasiswa LPDP. Silakan disimak berikut ini~ Salah satu isian yang harus dilengkapi pada pendaftaran beasiswa LPDP adalah “ Penilaian Diri ”. Pada menu ini, teman-teman harus mengisi beberapa hal yang berkaitan tentang diri sendiri, yaitu kelebihan, kekurangan, pengalaman beasiswa, pengalaman membanggakan, pengalaman kurang membanggakan, hal terakhir yang diajarkan pada diri sendiri, kesalahan yang pernah dilakukan, tugas di luar lingkup dan pembeda dengan peserta lain. Karena isian data yang dilengkapi adalah seputar diri sendiri atau personal, maka peserta atau pendaftar beasiswa-lah yang sejatinya lebih tau ketika mengisi menu ini. Namun tak mengapa, aku di sini akan membantu teman-teman untuk menemukan ja...

Selangkah Lebih Dekat dengan Tuhan: Refleksi Perjalanan Spiritual dari Novel “Ziarah” Paulo Coelho

"Jika Anda sekarang merasa jauh dari Tuhan, itu bukan karena Anda ditakdirkan seperti itu, melainkan Anda masih berada di dalam perjalanan untuk mendekat kepada-Nya." Aku senang sekali mengawali ulasan buku ini dengan kutipan yang aku buat sendiri berdasarkan pengalaman membacaku. Sebagaimana judul di atas, tulisan kali ini akan mengulas salah satu karya Paulo Coelho berjudul “Ziarah” (atau dalam bahasa Inggris, The Pilgrimage ). Cover depan buku "The Pilgrimage" Sejatinya, buku ini bukan milikku, melainkan aku pinjam dari pasanganku. Kami membelinya bersama di pameran buku Gramedia “Semesta Buku”. Ini adalah buku karya Coelho pertama yang kubaca. Sebelumnya, kami, khususnya aku, hanya sering mendengar tentang karya terkenalnya, Sang Alkemis . Jadilah saat di pameran buku itu, kami memutuskan membeli dua buku Coelho sekaligus: Sang Alkemis dan Ziarah . Menurut pasanganku, memilih buku Ziarah akan membuat pengalaman membaca karya Coelho jadi lebih lengkap, k...